Tiga Dua

968 Kata

Pandangannya yang terus awas membuatku kesulitan bergerak, padahal aku hendak mengambil pisau dan memotong selang gas untuk menciptakan ledakan dengan intensitas lebih besar hingga semua panik dan sibuk. Aku terus menunggu ledakan  bom sederhana buatanku untuk mengalihkan perhatian, sebelum kemudian membuat ledakan lebih besar yang akan menandai detik aku melarikan diri. Namun hingga waktu kian tercekik ini, belum ada tanda beraksi, sementara waktu terus melaju dan mobil pembawa bahan keperluan akan pergi sebentar lagi. Aku berdoa dalam hati, hal yang tak pernah kulakukan. Lalu selang cepat kemudian bunyi ledakan keras terdengar hingga perhatian sipir itu teralih. Di saat itu aku segera melepas selang gas. Ketika aroma busuk tiba-tiba tercium pekat dan disadari sipir itu, aku berlari kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN