Aku terpana melihat Lee berdiri di hadapanku. Melihatnya sedekat itu seolah seperti bunga tidur indah yang aku tak pernah menyangka akan kembali menyapa hidupku yang mati. Saat kami berdiri amat berdekatan dorongan dalam hatiku ingin merangkulnya, merasakan tubuhnya mendekap padaku sekali lagi, namun ketika aku menyadari Taeyang berada di sisiku, aku tahu itu mustahil. Aku yang berdiri di hadapannya bukan lagi Runa yang dulu. Aku sudah mengkhianatinya, tidur dan memuaskan pria lain. Sekalipun melakukannya agar kami berdua setidaknya bisa tetap hidup tanpa harap bisa bertemu, aku tetap merasa sudah menjadi perempuan kotor untuknya dan aku yakin dia pun berpikir seperti itu tentangku. Perempuan sepertiku tak pantas lagi untuknya. Aku melirik gadis muda yang saat itu berdiri di sisinya m

