BAB 32 Kamu, adalah satu-satunya anugerah Tuhan yang paling besar di dalam hidupku. ΔΔΔ Anaya tak henti-hentinya memarahi Andre yang sedari tadi tampak lambat dalam melakukan apapun, dari melakukan hal yang satu ke hal yang lain. Wanita itu tak sekali dua kali meneriaki Andre karena tidak ingin ketinggalan pesawat menuju Lombok. Andre sudah memesan dua tiket melalui agen travel, untuknya dan untuk sang istri cerewetnya, Anaya. Rasanya Andre ingin membenturkan kepalanya ke tembok, saking kesalnya pada wanita itu--yang masih saja memarahinya, padahal dia hanya terlambat sekitar sepuluh menit. "Pokoknya kalau sampai ketinggalan pesawat, aku gak mau tau, kita harus tetap pergi ke Lombok, dan aku gak mau ngomong sama kamu!" Wanita itu terus mencerocos tidak jelas, Andre hanya mendengarkan

