Mentari di sisi senja menemani Aalea yang sedang melangkahkan kakinya malas. Gadis itu berdecak karena merasakan kebas di sekujur kakinya. Berjalan dari rumah Arjuna ke rumah Ilgy ternyata bukanlah sebuah ide yang bagus. Akhirnya, pilar megah rumah Ilgy terlihat oleh pandangan mata Aalea. Gadis yang peluhnya sudah mengalir jatuh itu segera bergegas. Ia ingin segera duduk di sofa dan mengistirahatkan kakinya. Ting-Tong. Aalea memencet bel rumah mewah Keluarga Syailendra ini. Berharap akan ada yang segera membukakan pintu dan membuat Aalea bisa mengistirahatkan kakinya. Klek. Pintu megah berbahan kayu jati itu terbuka. Seorang pelayan berseragam rapi mengulum senyumnya. "Tutornya Den Ilgy, ya?" tanyanya. Aalea mengangguk. Nada bicaranya yang sopan membuatnya m

