Maharani dan Ahmar menatap putranya yang kini duduk berdampingan dengan seorang perempuan yang tentu saja tidak mereka kenali. Mungkin, Ahmar sama sekali tidak terlihat seperti orang yang menyimpan perasaan tidak suka, tetapi hal itu berbeda dengan Maharani. Perempuan satu itu tampak menampilkan ekspresi tidak sukanya secara terang-terangan pada semua orang. Lebih tepatnya, ia tujukan pada sosok perempuan yang tak lain adalah Tahani tersebut. Bagaimana mungkin Maharani tidak merasa tidak senang pada Tahani, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Nazhan. “Apa kamu tidak salah bicara?” tanya Maharani lagi. “Tidak, Bu. Nazhan mengatakan hal yang sebenarnya. Nazhan harus mengambil tanggung jawab atas apa yang sudah Nazhan lakukan,” jawab Nazhan tegas. Sejak awal, Nazhan sudah

