Theo membuka laci meja kerjanya saat mendengar dering ponselnya dari sana. Theo pun meraih ponselnya dan melihat Maharani yang menelepon. Kening Theo mengernyit dalam. Ia menatap bawahannya yang barusan memang tengah melaporkan sesuatu mengenai kemajuan proyek yang tengah dilakukan oleh perusahaan. Theo pun berkata, “Kamu bisa pergi dulu. Aku akan memabaca laporanmu terlebih dahulu. Jika sudah selesai, aku akan memanggilmu lagi.” Bawahan Theo tersebut memberikan hormat sebelum undur diri dari ruangan tersebut. Theo pun mengangkat telepon dan menyapa, “Halo, Tante.” “Halo, Theo. Bagaimana kabarmu?” sahut Maharani dengan nada hangat. “Kabar baik, Tante. Tante sendiri bagaimana? Kabar Tante baik, bukan?” tanya balik Theo. Pria satu itu mengubah posisi duduknya menjadi meng

