“Termasuk Jackson. Aku tidak akan memberikan kesempatan padanya.” Lanjut Gloria setelah melihat Fabian yang meninggalkan ruangan itu. Gloria kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tangan. Mengusaknya dengan kasar kemudian menarik rambutnya kebelakang, berusaha menepis semua pening dan sakit kepala yang hinggap di kepalanya. “Maaf Fabian, aku terpaksa melakukan itu ... aku tidak bisa bersamamu, aku tidak bisa bersamamu lagi karena aku takut ... keberadaanku akan sangat membahayakanmu. Maafkan aku Fabian. Aku bersalah ... .” gumamnya lagi seraya mengusak wajahnya dengan pelan. “Ma ... .” “Gerald.” Wajah Gloria berpaling dengan cepat kearah Gerald yang baru saja membuka matanya. Ia kemudian berdiri mendekat pada sang putera lebih dekat lagi lalu membelai surainya dengan lembu

