Jackson termenung di dalam ruangan Michael dengan kedua tangan yang terlipat didada dan kaki kanan yang menumpang di atas kaki kiri. Ia masih tak habis pikir dengan semua hal yang terjadi, biasanya Emely akan menjadi orangtua yang sangat bijak dan selalu menengarkannya. Tapi sekarang ... bagaimana bisa ia ditampar begitu saja? Ditampar dengan begitu sadisnya dihadapan Gloria tanpa mendengarkan penjelasannya sama sekali? Bagaimana bisa Ibunya berubah dalam waktu singkat seperti itu? “Sudahlah, mungkin hanya terbawa emosi.” Ujar Michael seraya menyimpan secangkir kopi hitam dihadapannya. “Ibuku tidak pernah seimpulsif itu.” balas Jackson masih tak terima dengan semua yang terjadi. Ia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya lagi. “Dan lagi ... Gloria.” Ia menarik nafas panjang

