Perasaan Gloria mendadak gundah gulana, hingga sepanjang malam ia terus terjaga tanpa bisa memejamkan matanya barang satu menitpun. Entah kenapa ... ia juga tidak mengerti. Namun yang ia ketahui adalah ia merasakan itu setelah mendengar suara Jackson yang terdengar putus asa kala menceritakan cincin yang ia jual. Seharusnya ia tak perlu peduli, seharusnya ia tak perlu memikirkan hal itu. Karena itu bukan kepentingannya dan itu bukan urusannya sama sekali. Namun tetap saja sisi kemanusiaannya masih bergejolak, sisi kemanusiaannya menyesali semua perbuatan yang ia lakukan. Gloria menghembuskan nafasnya pelan seraya menatap wajah sang putera yang tertidur dengan tenang, setelah itu mengalihkan pandangan ke arah sofa tempat dimana Jackson tertidur. Apakah ia harus membeli cincin

