Setelah memasukkan pakaian Gerald kedalam sebuah koper, Gloria kembali berbaring meringkuk, menarik tubuh Gerald yang masih tertidur ke dalam pelukannya. Hatinya semakin sesak, sakit ketika melihat paras sang putera yang tertidur begitu nyaman, layaknya bayi. Sebentar lagi ... sebentar lagi ia tak akan melihat pemandangan ini lagi, tak akan bisa melihat wajah tenang puteranya lagi dalam waktu yang sagat lama. Sebentar lagi ... ia akan kehilangan puteranya yang selalu mengisi hari-harinya, kehilangan eksistensi puteranya itu, keberadaan puteranya yang begitu berarti untuknya. Gloria mengeratkan pelukannya kembali seraya membubuhkan ciuman-ciuman yang begitu dalam pada puncak kepala sang putera. Setelahnya ia berbisik sesaat. “Gerald ... jika Gerald sudah bersama Papa, jangan lupakan Mam

