“Bukankah tadi itu keren?” Jackson terkekeh pelan. “Aku tidak meduga ternyata Gloria bisa membalas Bianca seperti itu. sepertinya kami benar-benar akan cocok.” Ucap Jackson seraya mendudukkan dirinya dibalik meja kerja diiringi dengan senyum yang tampak sangat puas. “Cocok untuk saling membunuh?” sindir Robin seraya memberikan segelas kopi hangat pada Jackson. “Jackson ... jangan berpikir yang tidak-tidak. Bianca tunanganmu. Tapi mengapa kau justru malah membela Gloria didepan semua orang?” “Siapa yang peduli? Dia yang sudah menghina Gloria didepan semua orang. Aku hanya membalasnya saja.” “Tapi setiap kau bertemu dengan Gloria pun kau selalu menghinanya Jackson.” Bahu Jackson mengedik. “Hanya aku yang boleh melakukannya. Selain itu ... Aku tidak akan membiarkan orang lain

