Jackson berjalan dengan langkah gontai ketika memasuki kediamannya. Setelah itu ia mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, menyandarkan punggung dan kepala serta memejamkan matanya yang mulai terasa begitu lelah, meminta haknya untuk segera beristirahat. Jackson terdiam selama beberapa saat setelah itu ia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya lagi dengan mata yang masih terpejam, berusaha mengisi rongga-rongga dalam hatinya yang terasa begitu penuh berdesakan. Lelah ... hari ini sungguh lelah, seluruh jiwa dan juga raganya sungguh lelah. “Jackson ... kau sudah pulang.” Ujar saura Emely ibunya. Ketika Jackson membuka mata, ia mendapati sang ibu mendekat kemudian duduk di samping kanannya. “Bagaimana? Dia mau?” tanya Emely dengan ekspresi yang penuh anti

