Satu bulan telah berlalu semenjak kepergian Renata. Marcell semakin kehilangan arah dan dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Perusahaan tidak begitu dia pedulikan. Beruntung masih ada Sebastian dan Enrique yang membantu untuk mengendalikan perusahaan. Setiap hari yang Marcell lakukan hanyalah mengurung diri di apartemennya. Memikirkan apa alasan Renata meninggalkannya. Akses untuk menghubungi Renata sudah tidak ada. Nomor handphone, w******p, Line milik Renata tidak ada yang bisa dihubungi. Renata seolah menghilang di telan bumi. Bahkan email pun tidak pernah ada balasan. Pencarian Marcell ke beberapa negara yang sesuai dengan rute penerbangan hari itu juga tidak menemukan hasil hingga detik ini. "Lo mau sampai kapan kayak gini, Ga?" tanya Raka yang hari ini mendapat giliran

