Eshan masih memberikan sentuhan lembut hingga tubuh Jinora merasa lebih rileks dengan kegiatannya itu. Hingga Akhirnya, Eshan mulai menindih Jinora, dengan bagian bawahnya yang kini menggesek pada pintu surga wanita itu. Eshan mencium bibir istrinya dan mengulumnya dengan perlahan, sementara tangannya mengarahkan miliknya untuk dapat masuk ke dalam pusat gairah itu. Kaki Jinora secara otomatis melingkar pada pinggul Eshan, dan tangannya juga memeluk tubuh pria itu. Saat sebuah benda tumpul berusaha menerobos pintu surga itu, Jinora merasa sedikit nyeri pada bagian itu. Matanya yang terpejam mencoba menahan rasa sakit, dan saat benda itu berhasil masuk dengan sedikit dorongan, Jinora menggigit bibir bawah suaminya dengan keras, hingga darah keluar dari sana. “Akh! Sa-sakit, Shan! Stop! Pl

