#44 : Jangan Salahkan

1150 Kata

"Dasar Trevor Bradwell sialan!" Rama meninju dengan keras wastafel di depannya saking gusarnya, karena membayangkan bagaimana lelaki bule b******k itu dengan santainya mengusap bibir Lily dengan gerakan alami dan tanpa ragu sama sekali. Dan dia bilang itu adalah refleks?! Bullshiit!! Jelas-jelas bosnya Lily itu sengaja ingin memprovokasinya!! "Aaarghh!! Kenapa dia harus orang yang berkuasa sih?!" Teriak Rama kesal ke arah udara. Ya, Rama memang tahu diri serta sadar posisi, siapa dirinya dan siapa si Trevor-sialan-Bradwell itu. Mungkin dia hanya terlihat seperti debu di sepatu mahal lelaki itu. Rama bahkan bersyukur karena Trevor Bradwell bukanlah lelaki kaya raya yang akan menyalahgunakan kekuasaannya seperti menyewa preman untuk menghajarnya agar menjauh dari Lily. Tampaknya si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN