Illeana terbangun dari tidurnya, matanya sembab setelah bercerita bayak pada Jasmine semalam. Dia menceritakan semuanya yang dia alami, hanya menyisakan pertanyaan yang jawabannya harus Illeana sampaikan pada William. Jasmine sendiri sudah tahu jawaban itu, tapi tetap saja ada sedikit yang aneh. Namun, apakah Illeana menyadarinya juga? Berjalan keluar dari kamarnya, Illeana mendapati Jasmine di meja makan. Gadis itu memperhatikan penampilannya. Merasa tidak begitu asing dengan pakaian yang dikenakan Jasmine. “Kau masih di sini?” Illeana menghampiri sahabatnya itu. “Ya. Aku tidak mau meninggalkanmu yang menangis hebat semalam jadi aku tidur di sini. Tapi aku ada rapat dengan klien dua puluh menit lagi,” jawab Jasmine sambil melirik jam di tangannya. “Sepagi ini?” “Ya. Ini sudah bia

