William segera menghampiri dokter yang baru saja keluar. “Pasien mengalami usus buntu, kami harus segera mengambil tindakan. Kau harus menandatangani dokumennya, Will,” ujar dokter yang menangani Illeana. William sempat terkejut tapi dia segera menandatangani dokumen yang diberikan dokter itu. “Pembedahannya sederhana, tapi tetap ada resiko. Tapi jika tidak dilakukan tindahakan itu, ada kemungkinan pasien dalam bahaya. Kami akan berusaha sebaik mungkin,” kata dokter muda itu yang memang sudah mengenal William. “Aku percayakan padamu, Steven,” kata William. Dokter itu mengangguk, dan menepuk bahu William kemudian pergi dari sana. William masih harus menunggu Illeana di sana, dia bahkan mengabaikan panggilan masuk dan lebih memilih mengurus administrasinya lebih dulu. Dia akan me

