Menutup pintu mobil dengan cukup keras, segera memasangkan sabuk pengaman, lalu menyandarkan punggung dengan ekspresi kesal sampai membuat Jasmine yang duduk di kursi kemudi kaget melihatnya. “Ayo jalan,” ajak Illeana kesal. Tanpa kata dan menunggu penjelasan apa pun Jasmine segera membawa mobilnya menjauh dari gedung perusahaan di mana Illeana bekerja itu. Setelah jauh barulah Jasmine menanggapi Illeana. “Ada apa denganmu? Kau bahkan tak menyapa aku, main kesal saja,” sembur Jasmine protes. Barulah Illeana menatap Jasmine dan menunjukan ekspresi merasa tak enak pada sahabatnya itu. “Maaf, seseorang membuatku marah bukan main,” kata Illeana seraya membuang napas. “Siapa?” Jasmine mengubah nada suaranya menjadi penasaran. “Seseorang,” jawab Illeana singkat. Itu sudah cukup b

