Illeana ke kantor dengan wajah segarnya, membalas sapaan karyawan lain dengan anggukkan kecil. Illeana tak terbiasa mengumbar senyuman jadi menurutnya cukup dengan anggukkan kepala. Para rekan tim sudah duduk di meja masing- masing saat Illean masuk dan menyapa mereka yang sedang mengobrol. Dia tak tertarik untuk mengetahui obrolan itu dan memilih untuk menyibukkan diri. Asisten William muncul tak lama kemudian, menyampaikan sesuatu pada yang lain. Illeana hanya memperhatikan, sedikit tidak peduli dan mulai membuka laporan yang sudah ada di meja kerjanya. Suara ketukan pintu dari luar membuat Illeana mengangkat wajah, dan Asisten Zian masuk. “Maaf menganggu wantumu, Manajer,” kata Zian. Illeana mengangkat wajah sepenuhnya untuk mempersilakan Zian bicara. “Untuk sementara ini, D

