33

1859 Kata

WISNU Hari ini gue pulang dari Bandung, kembali ke ibu kota untuk melepas rindu dengan Keyfa. Gue penasaran bagaimana sambutan dia untuk gue. Apakah seminggu itu cukup untuk melumpuhkan gengsi dia? Apa dia akan terang-terangan menunjukkan kerinduannya sama gue? Gue udah gak sabar buat ketemu dia. Gue menuntun bokap hingga ke kamar, gak lama nyokap nyusul di belakang gue. Dengan penuh kehati-hatian, gue ajak bokap duduk di ranjang. Bokap mengambil posisi bersandar di ranjang sambil berselonjor. “Kerjaan di Bandung lancar enggak, Nu?” Nyokap bertanya sambil duduk di tepi ranjang. Tangannya langsung memijat-mijat kaki bokap. Ah, gue jadi ngebayangin kalau Keyfa melakukan hal yang sama seperti nyokap. Makin bahagia pokoknya. “Lancar, Mi. Biarpun kondisi badan udah pegel-pegel gini.” Gue p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN