Arnold menatap wajah Rebecca yang memerah sambil terpejam dengan bercak kemerahan yang memenuhi tubuh sang istri, keringat peluh juga tampak masih melekat di sekujur tubuh yang tak berlapiskan sehelai benangpun di sana. Ya, Arnold dan Rebecca baru saja menyelesaikan aktivitas hasrat mereka yang selama ini tertunda karena alasan Rebecca yang belum siap. Arnold menutupi tubuh polosnya dan juga Rebecca dengan selimut dan memeluk erat tubuh Rebecca sambil sesekali memberikan kecupan di kening dan bibir ranum Rebecca. Arnold tidak bisa berkata-kata apa-apa, ia sangat mencintai sosok yang tengah tertidur pulas di pelukannya kini. Rasa cintanya sangat dalam hingga Arnold sangat takut kehilangan Rebecca dan tidak ingin Rebecca jauh-jauh darinya lagi. Tiba-tiba Rebecca menggeliat pelan hingga m

