Lima belas tahun kemudian... Arnold sedang bersandar pada mobil sport mewahnya sambil memperhatikan sebuah bangunan besar di hadapannya, sesekali ia melirik jam tangannya dan menghela nafas panjang ketika melihat beberapa orang yang berada di sana berbisik-bisik menatapnya dan ada juga yang memotretnya secara terang-terangan. Jujur saja Arnold merasa risih, namun perasaan itu langsung lenyap ketika melihat seorang anak kecil dengan tawa riangnya tengah berlari menuju Arnold sambil membawa secarik kertas di tangannya. Arnold tersenyum kecil, ia langsung berjongkok sambil merentangkan tangannya bersiap untuk segera menyambung sang putri kecilnya itu yang baru saja pulang sekolah. Feli namanya, anak kedua Arnold dan juga Rebecca itu sangat antusias sekali ketika melihat sang Daddy yang menj
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


