Natalia mendesah kesal setelah memberikan informasi kepada timnya dengan hati-hati. Sedikit keceplosan bosnya, Azhar, kala momen berdua mereka membuat dia curiga dengan Citra. Dia tidak memerintahkan untuk menyingkirkan gadis kecil yang sepertinya tidak tahu apa-apa itu saat ini. Namun, dia memang mengarahkan timnya untuk mengumpulkan informasi terkait gadis itu. “Kenapa dia mencoba menyebutkan nama gadis itu kala momen berdua? Bahkan setelah dia mengakui namaku,” gumam Natalia berpikir tepat setelah dia masuk ke apartemennya. Penerbangan hari ini tentu melelahkan, namun rentetan acara yang mengikuti tentu tetap harus dijalankan. Dia menghempaskan tubuhnya ke kasurnya yang cukup besar. Usaha kerasnya untuk mendapatkan hati pria itu sepertinya akan memiliki sebuah hambatan baru. “Jika ben

