“Aku pulang,” ucap Azhar kala masuk ke kamar Citra. Citra dan Faradila yang sedang berbincang santai terkejut dengan kehadiran Azhar. “Kamu, keluar dari ruangan!” titah Azhar kepada Faradila. Faradila, menjadi pelayan yang patuh, menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan. Lagipula, untuk menentang Azhar sama saja dengan menguji nyali melawan malaikat maut. “Kak Azhar ...,” kata-kata itu terhenti dari mulut Citra. Gadis itu tidak tahu, untuk bahagia, atau takut dengan kehadiran Azhar. Dua pekan tidak bertemu dengan pria itu, dan Citra masih bingung dengan perasaannya sendiri. “Aku pulang, sayang,” ucap Azhar dengan lembut. Ya, lembut hingga Citra mempertanyakan kenapa pria yang menyiksanya dengan sadis, menjadikan dia mainan, sekarang memberikan suara lembut kepadanya. Persis sepe

