“Baik kalau begitu, aku berharap kau bisa jaga kesehatan,” Sabine berkata. “Bagaimana kabar cucuku?” “Oh Aaric, dia baik-baik saja dan sepertinya dia mulai kerasan tinggal di sini,” “Syukurlah, aku senang mendengarnya,” kata George. “Gadis itu sudah datang,” tiba-tiba ia berkata lagi. “Gadis mana maksudmu?” tanya Sabine tak mengerti. “Gadis dengan rambut pirang itu,” jawab George menggantung. “Tolong berhentilah meracau, Opa!” respon Sabine seolah tidak paham apa yang diobrolkan George. “Sudahlah, kau tak akan paham,” balas George. “Opa, kita sepakat untuk tidak lagi membahas soal ini, Aaric akan hidup selayaknya orang normal,” ucap Sabine tegas. Sebetulnya Sabine paham apa yang diobrolkan George, yang ia maksud tentu ada kaitannya tentang darah Rein yang mengalir di tubuh Aaric.

