Kartu 45

1245 Kata

“Oh itu. Aku seperti melihat seseorang yang aku kenal. Hmm... tapi sepertinya salah orang. Lupakan saja,” jawab Aaric. Kemudian berbelok ke dalam perpustakaan. Lisa masih terdiam di posisinya, kemudian memejamkan mata dan mencoba mencari tahu siapa yang Aaric temui dengan kekuatan intuisinya, tapi seketika Lisa membuka mata. Ia tak jadi mencari tahu soal itu, ia merasa kurang etis saja menerobos privasi Aaric, hanya untuk hal remeh semacam itu. Kemudian ia pun berjalan menyusul Aaric yang sudah lebih dulu masuk ke perpustakaan. Tampak Norman melambaikan tangan. Ia duduk di bangku yang sama saat mereka bertemu pertama kali. “Kalian ingat bangku ini?” ucap Norman  sambil menunjukkan bangku perpustakaan di mana Aaric dan Lisa pernah membuat keributan. “Ya tentu saja, mana mungkin aku bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN