“Kau Aaric Karte, kan?” tanya seseorang dari arah belakang. “Selamat Pagi, Nyonya Zauberer! Apa kabar?” Aaric menyapa dengan sopan, ia tersenyum. Tidak ada yang aneh dengan penampilan Elli. Semua berjalan normal seperti biasa. Tidak ada kulit yang menjadi keriput, tidak ada rambut yang memutih dan menjuntai hingga ke lantai, tidak ada juga hidung yang tiba-tiba berubah mirip paruh burung Beo. Semua normal seperti biasanya. Aaric sedikit lega namun juga was-was. “Cari siapa? Mencari Christy?” tanyanya lagi. “Tidak, eh… maksudku ya, ya aku mencari Christy, apa ada di rumah?” jawab Aaric sedikit kikuk. “Christy, sudah tidak tinggal di sini lagi, apa kau tidak tahu?” ucap Elli, wajahnya mendadak terlihat suram. “Oh begitu, aku sudah tahu, tapi kukira hari ini ia kembali,” jawab Aaric asa

