Aaric mengangkat garpu yang diujungnya sudah tertusuk potongan sosis. Lisa tersenyum dan terus menunggu tindakan Aaric selanjutnya. Lisa sudah menebak beberapa detik lagi Aaric pasti akan memasukkan makanannya itu ke dalam mulut. Tapi, tiba-tiba tangan Aaric berhenti. “Sekarang giliranku, jika kau mendengar aku, buka mulutmu sekarang!” Aaric berkata. Lisa terkejut, kemudian menatap Aaric dengan heran. Aaric tak berkomentar apa-apa, ia terdiam kemudian mengangkat tangannya lalu di arahkan kepada Lisa. Tak lama, Lisa membuka mulut, dan sedetik kemudian sosis itu mendarat di mulutnya. “Kau!” suara Lisa terdengar. Wajahnya tampak jengkel. “Aku sudah bilang, bahwa perutku sudah penuh, kenapa kau masih memaksaku harus memakannya!” balas Aaric. “Baiklah, Tuan Karte. Terserah kau saja,” ucap

