“Selamat pagi!” balas Aaric ramah. "Pagi!" “Nyonya? Kukira Anda pindah dari sini?” tanya Aaric heran melihat Elli berdiri di depannya. “Ya rencana awal memang begitu, tapi setelah aku pikir lagi, aku sudah kerasan tinggal di sini, kebetulan beberapa bulan sudah dipasang iklan, namun sepertinya belum ada yang tertarik membeli rumah ini,” Elli menjelaskan. “Kalau begitu, senang kembali bertetangga dengan Anda!” ucap Aaric sambil mengangguk. “Sama-sama, Nak!” “Omong-omong, apakah Anda sendiri, atau?” “Tidak, Christina tidak tinggal di sini lagi, ia masih ingin berlibur ke berbagai negara,” jawab Elli, ia sudah bisa menebak bahwa yang dimaksud Aaric pasti adalah anaknya. “Oh begitu,” respon Aaric. “Mmm... sebenarnya aku pun tidak berniat tinggal lama di sini, aku hanya kebetulan ingi

