“Ibu kenapa?” tanya Lisa sekali lagi. Enatah mengapa kali ini ia tak berani memegang tangan ibunya, seperti yang biasa ia lakukan belakangan ini saat sepulang sekolah mengunjunginya di rumah sakit. Ibunya tak pernah bangun selama perawatan di rumah sakit, dari hari pertama hingga hari terakhirnya. Lisa sempat kesal pada ibunya, mengapa ia tidur begitu lama, padahal tugas-tugasnya mengurus keluarga sudah menumpuk di rumah. Namun berangsur kekesalannya berubah menjadi rasa kasihan dan sedih yang teramat mendalam. “Ibu, bangunlah, apakah kau letih mengurus kami? Ayo lah, Ibu, aku janji tidak akan merepotkanmu lagi. Aku akan berusaha menyimpan sepatuku di tempatnya sepulang sekolah, menghabiskan makananku di piring, dan merawat Si Mari dengan baik, memberinya makan setiap hari dan menjemurn

