guntur terlihat buru buru pergi kesekolah nya, karena hampir kesiangan, hanya butuh 5 menit saking buru buru nya guntur udah siap untuk berangkat, beruntung belom tertinggal bus terakhir kesekolah, guntur melihat sekeliling hanya bagian belakang yang kebetulan kosong satu bangku yang satunya udah diisi felicya, "hm boleh aku duduk disini"
felicya yang dari tadi asik mendengar kan musik nya membuka salah satu earphone nya, felicya tampa malas bicara cuma mengangguk dan memasang erponenya kembali, felicya larut dalam lantunan musik yang membawanya dalam hayalan kisah lagu itu. guntur cuma bisa terdiam tampa berbuat apa-apa. hanya lima belas menit sampai di sekolah. entah kenapa gantungan resleting tas felicya malah nyangkut di talis tas guntur.
guntur tanpa dia sadari dia merasakan ada yang terasa ada yang menarik tasnya, "apa yang kamu lakukan, tanya guntur pada felicya dengan tatapan dingin. felicya menunjukkan ada gantungan tasnya yang tersangkut dengan tas guntur, " hm ko bisa begini sih, guntur melepaskan gantungan felicya, "maaf kak aku ga sengaja, kalau begitu aku duluan ya kak, felicya dengan wajah memerah karena malu hendak pergi dari kejadian yang buat dia apes
guntur menarik tas felicya hingga felicya mundur kebelakang, guntur menatap felicya dengan sedekat satu senti, membuat jantung felicya bedetak lebih kencang dan aliran darahnya mengalir dengan kencang ditambah dengan mukanya merah merona, "he you, lihat tasku talinya terlepas, kamu harus tanggung jawab,
" haa, kakak apa apaan sih, aku kan ga sengaja, lagian tas kakak udah rusak juga talinya, jawab felicya dengan ketakutan,,
guntur tersenyum tipis kedua alis matanya naik sebelah, guntur tampa basa basi langsung melempar tasnya secara kasar pada felicya,
"duh, kak sakit tau, ini tas buat apaan coba main lempar segala, gimana tasnya aku buang aja, felicya mulai kesal dengan guntur. guntur menghempaskan felicya ke dinding kedua tangan guntur menekan dinding yang mana felicya berada di tengah nya dengan irama jantung yang sangat kencang, felicya tak mampu menatap guntur dengan sedekat itu bibir dan hidup mereka hampir bersentuhan, guntur melihat wajah merona felicya ditambah bibir dengan lipstik dengan cukup menggoda,
guntur melumat bibir felicya yang ga tahan dengan bibir mungil yang imut itu, felicya merasa tak percaya dengan kecupan lembut yang melumat bibir nya, felicya hanya bisa pasrah dengan sentuhan lembut guntur dengan kecupan hangat, guntur melepaskan kecupan hangat itu sambil menyengir dan meninggalkan felicya yang masih memegang bibir nya, ini adalah ciuman pertama felicya, dia sangat kesal dan marah tapi apalah daya sudah terjadi.
didalam kelas felicya masih menutup wajahnya dengan tasnya, sementara kania dan putri sahabat nya masih bingung melihat sahabat nya tiba-tiba ada yang aneh felicya,
"lo kenapa nutup wajahmu begitu? putri mencoba menarik tas felicya,
" putri, lo apa apaan sih narik tas gue segala,..
"ya lagian kenapa lo kaya habis dapat hari sial gitu, emang nya lo kenapa sih felicya, cerita pada kami biar tau masalahnya apa?
" iya felicya, lo biasanya paling cerewet di antara kita, ko tiba-tiba lo kaya habis bensin mogok gitu,
"kalian berisik amat bisa ga sih kalian beri aku tidur sebentar, sumpah gue ga kenapa kenapa tapi ngantuk,
" ya, elah fel, lo g usah bohong dari caranya lo bicara kaya habis kena masalah, ya udah jika elo ga mau cerita,putri dan kania cuma bisa pasrah dengan felicya yang lagi ga mood untuk bicara.
di perpustakaan felicya sedang mencari buku tentang prasejarah yang diberi tugas oleh ibu dewi kartika, felicya merasakan ada yang menarik buku yang hendak diambilnya, felicya tak mau kalah menarik kuat kuat hingga menarik buku felicya muncul dihadapkan felicya,
felicya ga percaya kalau yang didepannya adalah guntur, felicya menatap dengan tatapan malas, guntur menarik paksa buku ditangan felicya, maka terjadi lah keributan,
"gua duluan dapat buku ini, felicya menunjuk buku ditangan guntur,
" jelas gua dulu, lo jangan halangi gua minggir,
felicya menjambak rambut guntur hingga guntur meringis kesakitan, "oi lepasin rambut gue,
" tapi balikin dulu buku, gue baru gue lepas,
"eh kalian bisa ga tenang jangan ribut ribut ini perpustakaan kalau mau ribut silakan keluar,, penjaga perpustakaan muncul yang mendengar suara keributan,,..
" maaf Bu, kami janji ga ribut lagi, kata guntur dan felicya kompak,..
"awas, kalau kalian ribut lagi, saya ga segan segan menyuruh kalian keluar,,
" baik bu, guntur menarik tangan felicya, lo harus berbagi sama gue, kalau ga buku ini ku robek, guntur menatap tajam pada felicya,
"y udah kita kerjakan aja berdua, males gue ribut sama elo, jawab felicya mulai merengut,
tak ada jawaban dari guntur, felicya mulai meringkas rangkuman tentang sejarah fosil manusia purba dan hewan purba, guntur sekali sekali menatap felicya yang lagi serius,
" felicya, aku minta maaf ya, atas kejadian tadi pagi, guntur memecah kebisuan diantara dia dan felicya,
"apa, gue ga inget apa apa, lagian aku ga mau bahas yang ga penting, felicya pura pura ga inget dengan kejadian tadi pagi,..
guntur jadi salah tingkah diabaikan felicya, " gua udah selesai, silakan elo ambil buku itu, guntur pun merapikan buku catatan nya dan membawanya pergi. felicya mulai mengatur napas nya yang terasa sesak dengan kehadiran guntur