Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** “Ikut sama aku, Ra!” bentak Satya seraya menarik tangan Dira dengan kasar. Secara refleks Revan menahan lengan Dira dan tidak membiarkan Satya membawa Dira dengan kasar seperti itu. “Lepasin tangan lo dari Dira. Apa lo nggak sadar kalau dengan cara lo seperti itu lo sudah menyakiti Dira?” Revan meminta Satya untuk melepaskan tangannya. Tatapan Revan pada Satya sangatlah tajam seperti menantangnya untuk berkelahi. “Lo yang harus lepaskan tangan Dira!” bentak Satya. Perhatian seluruh pegawai dan juga para pengunjung yang berada di dalam kedai kopi tersebut langsung tertuju pada mereka yang berdiri tak jauh dari pintu masuk. “Satya, kenapa kamu harus bersuara lantang begitu? Kenapa kamu juga

