Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** “Dira! Tunggu!” seru Satya. Semua yang berada di kedai kopi tersebut langsung mengarahkan pandangan mereka setelah mendengar suara Satya. Pemuda itu pun berlari meninggalkan Jovanka untuk mengejar Dira. Diterobosnya lagi Revan yang masih bingung dengan apa yang sebebarnya terjadi. “Dira, berhenti!” Satya melantangkan suaranya agar Dira mendengar dan menghentikan langkahnya. Namun, Dira tidak mengindahkannya. Gadis itu terus berlari dengan perasaan yang seolah hancur berkeping-keping. Hingga dia tidak memperhatikan jalan yang dipijaknya lalu terjatuh karena menginjak lubang dari jalan yang rusak di depannya. BRUK! “Dira! Ra!” Satya histeris melihat gadis itu jatuh. Tidak hanya Satya, Reva

