Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** Di depan kantor penerbit kini Revan dan Satya masih saling berebut untuk mengantarkan Dira pulang. “Sorry, sekarang gue sama Dira mau makan siang dulu. Biarin nanti gue yang antar dia pulang. Lo nggak perlu repot-repot, Sat,” ujar Revan seraya mencoba meraih tangan Dira lagi. Namun, Dira langsung menyingkirkan tangannya dan berpindah satu langkah ke kanan. “Kamu juga sudah lama nggak ke makam kan, Ra? Kita bareng-bareng saja. Lagipula Mas Dirga sudah berpesan agar aku mengajakmu,” kata Satya tak mau menyerah. Dia membawa nama Dirga kali ini agar Dira mau mempertimbangkan ajakannya. “Sudah, Ra, kita makan dulu. Kamu sudah janji tadi makan siang bareng sama aku kan!” Revan sedikit menunjukka

