Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** Pandangan Dira kemudian berhenti di satu tempat. Bola matanya membesar. Gadis itu pun berteriak, “Satya!” “Di-dira?” Satya tertegun dengan kehadiran Dira di sana. Dira mempercepat langkahnya menghampiri Satya. Memerika kepala, tangan, hingga kaki Satya. Tidak ada luka parah di tubuh Satya. Hanya terdapat sobekan di bagian lutut kiri pada celana jeans yang dipakai Satya saat ini. Dira menatap bingung ke arah Satya. Kemudian Dira melemparkan pandangannya ke sekeliling seperti mencari orang lain. “Kamu kenapa ada di sini, Ra? Terus kenapa kayaknya kamu mencari seseorang? Ada teman kamu di sini?” tanya Satya seraya ikut melemparkan pandangannya. “Jangan lagi dong. Masa aku harus bisa berkomun

