Rosma

1019 Kata

tapi dari sana semua mulai terlihat wujud aslinya terutama istri saya, ternyata istri saya Rosma bukanlah wanita yang pantas untuk aku perjuangkan, tapii ya sudahlah, toh semua sudah berlalu. sekarang saya akan menatap masa depan demi kedua putri saya, saya kira saya belum terlalu tua untuk memulai sebuah perjalanan bisnis." Yakin Bimo atas langkahnya. "Semangat pak Bimo, jiwa bisnis sudah ada di diri anda, sekarang tataplah masa depan itu, jangan pernah lihat ke belakang, maafkanlah yang telah berlalu karena sesungguhnya level tertinggi dari sebuah dendam adalah memaafkan dengan ikhlas. dan salurkan dendam di hati anda dengan sebuah kesuksesan." Baroon menyemangati Bimo yang sudah seperti adik baginya itu. *** Rosma berjalan menyusuri jalanan malam ibukota, ya di sini dia berdiri mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN