Pamit

1436 Kata

"Kak, saya pamit. Terima kasih sudah mau berbagi ilmu. Sekarang saya lega, saya percaya diri." Ia berdiri dan berjalan menuju Samana untuk pamit. Bersalaman dengan beberapa orang yang berada di situ. Jelas saja dirinya merasa lega sudah mendapatkan obat dari keluhan yang dideritanya. Sekian lama memendam banyak pertanyaan yang menyiksa pikiran, kini bisa ia lepaskan dengan leluasa. Ia merasa selama ini tak menemukan tempat untuk nyaman bercerita. Tak mudah untuk menemukan orang yang bisa paham dengan curhatan mereka yang bisa dibilang aneh-aneh. Seseorang yang memiliki kepekaan batin akan mengalami banyak kejadian yang tidak bisa dicerna dengan logika. Seseorang harus menemukan tempat yang pas untuk menyampaikan sesuatu seperti ini. Paham jika sembarangan bercerita akan membuat diriny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN