"Udah,ini bukan sepenuhnya salah kamu.Aku juga nggak bisa nyalahin di kamunya karena ini pasti mendadak buat seorang pria yang harus berpikir matang matang."Wandi menepuk punggung Adam mencoba menghibur Adam. Sesampainya di kotanya,Adam curhat perihal yang terjadi pada dirinya dan Hawa pada Wandi dan Cika. Cika juga tidak menyalahkan Adam sepenuhnya dan tidak juga menghakimi Hawa karena tahu kondisi Hawa juga menyedihkan saat itu.Saat ia harus memenuhi permintaan ayahnya yang kritis tapi juga pacarnya masih belum siap dengan hal mendadak yang sakral dan suci itu.Pernikahan bukanlah permainan dan hanya sekali seumur hidup. "Ntar aku coba ngomong sama Hawa lagi kalau dia balik ya Dam.Kamu yang kuat,ini pasti ujian buat hubungan kalian."Cika juga merasa iba pada Adam. Adam yang biasanya c

