Mila merasa tubuhnya benar-benar remuk redam. Menggerakan tubuhnya hanya sekedar merubah posisi saja Mila rasanya tidak mampu. Mila belajar bahwa ia tidak bisa main-main dengan suaminya. Adriel Dirgantara memiliki nafsuu yang ternyata luar biasa gila baginya yang masih pemula. Mila sadar bahwa Adriel memang sudah memiliki hak penuh atas dirinya. Secara hukum negara dan agama Adriel memang sudah boleh memiliki dirinya secara utuh tapi Mila tidak berpikir bahwa pria itu akan benar-benar melakukannya secara maksimal dan tanpa melewatkan setiap jengkal tubuhnya. "Sayangg.. Bangun.. Udah jam satu siang.. Kamu perlu makan untuk isi ulang tenaga kamu." Sayup-sayup Mila mendengar ucapan Adriel. Mila berusaha mengumpulkan kesadarannya dan ia merasakan kecupan di sepanjang punggung telanjangny

