20

1533 Kata

Pemakaman baru selesai di laksanakan. Semua pelayat satu-persatu meninggalkan area makam, begitupun anggota keluarga. Yang tersisa hanya gundukan tanah yang masih baru dengan taburan bunga segar di atasnya, dan Orlando yang menunduk tanpa melakukan apapun. Termasuk menangis. Ia benar-benar tidak menangis, tapi tatapan matanya terlihat mati. Tidak ada sinar yang bisa di tangkap oleh siapapun di mata bujang lapuk yang doyan tidur itu. Tangannya memegang erat batu nisan bertuliskan nama 'Orin Fauziah Kalan'. Saking eratnya, tidak terlihat ada aliran darah dan membuat tangan itu pucat. Jika ada yang bertanya apa yang ingin Orlando lakukan saat ini, maka jawabannya adalah ia ingin masuk ke liang lahat dan mengantikan adiknya. Biarkan saja dia yang mati asalkan adik tersayangnya itu tetap bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN