63

1562 Kata

"Selamat ya, Nik! Engga nyangka ternyata Orlando tokcer juga," ucap Oriza, matanya mengerling jahil ke arah adiknya. Orlando yang mendengar ucapan kakaknya itu langsung mendengkus keras. "Sembarangan banget kalau ngomong. Aku ini bibit unggul tahu!" sungutnya. Oriza mencibir dan mengabaikan adiknya itu. "Kapan nih kalian pindah rumah? Varo nanyain terus kapan Lea bisa jadi tetangga dia katanya," tanya Oriza pada Anika. Anika tersenyum dan menatap ke arah Azalea dan Varo yang sedang menggambar di atas karpet. "Minggu depan, Kak. Aku sama Olan udah bahas soal ini juga," jawabnya. Oriza tampak senang mendengar jawaban dari adik iparnya itu. "Wah asik dong! Aku jadi bisa main ke rumah kamu kalau lagi BT. Mas Gani kan sering ke luar kita akhir-akhir ini," keluhnya. "Jangan sering-serin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN