Erick yang memahami situasai itu tampak tenang, termasuk ketika Mira mencengkram lengannya dengan wajah yang menegang. Lelaki itu justru mengambil kesempatan dengan merangkul Mira, di tengah ketakutan para penumpang lain. Turbulensi itu terjadi sekitar tujuh menit, setelah guncangan selesai mereka mulai tenang kembali meskipun masih terdengar keriuhan. Ada beberapa di antara mereka terluka ringan karena tertimpa barang bawaan yang berjatuhan. Perlahan Mira melepaskan pegangan tangannya pada Erick, dia memejamkan mata dengan posisi masih menundukkan kepala. 'Shitt! Apa yang aku lakukan?,' batin Mira, yang merasa malu akan tindakannya. Daei semua yang bisa dia lakukan mengapa dia harus memegang tangan lelaki menyebalkan itu? Dia terus menggerutu dalam hati. "Tenang saja! Ini adalah ses

