Andreas bersiap. Sekiranya Wiranto kehilangan kendali. "Saya akan katakan di mana Arini saat ini, tapi jangan pernah mencoba mendekati Allea," bisik Wiranto saat ia berdiri tepat di samping Andreas. Wajahnya agak condong mendekati daun telinga laki-laki itu. "Saya tahu bukan Arini yang kau rindukan, tapi putri kandung saya." Tangan Andreas mengepal, ia hampir saja membingkai wajah Wiranto, beruntung Sandra segera menarik tangan Andreas sekuat yang ia bisa. "Kumohon, berhentilah bertengkar. Kalian berdua sungguh memalukan!" teriak Sandra, meluapkan emosinya yang sejak tadi ia tahan-tahan. "Apa kalian pikir kalian ini pantas dikatakan laki-laki sejati? Laki-laki sejati tidak payah, mereka bekerja memakai otak bukan otot. Mereka saling menghargai. Mereka tak pernah memanfaatkan situasi de

