Kali ini Allea menarik napas lega, ketika ia ketakutan setengah mati karena takut dibully oleh teman satu kerjanya, Thalita kembali muncul. Masih dengan gayanya yang centil dan sok seksi, ia meminta Allea untuk ikut bersamanya. Sekarang Allea berpikir, bahwa sejahat-jahatnya Thalita ia tak semengerikan dua orang gadis tadi yang seakan ingin menelannya hidup-hidup. Betapa mengerikannya mereka. Allea berjalan di belakang Thalita, mengikuti gadis itu entah ke mana. Harusnya Allea menyantap bekal makan siangnya sekarang, tetapi mengikuti ke mana gadis di depannya melangkahkan itu lebih penting. Thalita mengajak Allea ke lantai atas, menuju ke sebuah meeting room yang terlihat mewah. Di sana sudah menunggu seorang pria, berdiri tegap dengan kedua tangan menyilang di d**a dan senyum miring yan

