Sudah terlewat dari jam istrirahat yang berakhir di pukul satu siang, aku meraih ponsel di meja dan memasukkannya ke dalam tas yang baru aku Tarik dari kolong meja. Bekas makanan di meja aku geser dan aku jadikan satu agar pelayan lebih mudah mengambil dan membersihkannya. Sekilas aku melirik ke arah Mas Satria yang sepertinya belum puas dengan penjelasanku tentang telepon dari Mas Danta. Ya … mau bahas apa lagi, kenyataannya juga demikian, kalau Mas Danta memang tidak sengaja menghubungiku. “Mas … kok cemberut gitu,” ucapku saat akan berdiri dari dudukku, aku melihat wajah Mas Satria yang terlihat seperti sedang kesal atau apa. Yang pasti tidak ceria seperti tadi, sebelum Mas Danta salah menelponku. “Masalah Mas Danta?” tebakku kemudian. “Aku nggak suka kamu dekat sama dia,” ucap Mas Sa

