Cinta Terpendam

1301 Kata

"Kata kamu duda." Kak Regina yang berdiri di depanku ikut menimpali. "Duda?" ulang Mama kemudian, Kak Regina mengangguk mengiyakan. Huft Aku menarik napas dalam dan mengembuskan perlahan. Hal inilah yang aku takutkan. Pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri belum tahu pasti akan jawabannya. "Ish … baru juga nyampe, capek na. Mau masuk dulu mandi, udah nggak enak badan rasanya." Aku belum siap menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya yang pasti akan datang padaku setelah ini. Buru-buru aku beranjak tanpa bicara apa-apa lagi. Paling juga setelah ini mereka akan mengintrogasiku. Seperti sewaktu Roni pertama kali mengantarkan aku pulang dulu. Kalau Roni aku bisa dengan mudah menjelaskan. Tapi, Mas Satria, masalahnya lebih kompleks. • Setelah mandi rasanya ingin cepat-cepat merebahkan bada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN