"Aku baru sadar jika hubungan kalian sudah sejauh itu. Kalian pergi berdua dan menginap di tempat yang sama. Dan, ya, sudah bisa ditebak endingnya seperti apa. Kalian sama-sama munafik." Ucapan tajam itu keluar begitu saja dari mulut Syafira yang saat ini sangat emosi karena ulah Luka kemarin. "Kamu tinggal jujur saja, Ka. Nggak perlu menyuruh Marcelo untuk menipuku. Tapi, aku masih sabar. Setelah ini, aku balas kalian. Ini surat resignku. Lihat saja, setelah ini Jago Mutu akan hancur," kata Syafira dengan nada ancaman. Syafira lantas melempar surat itu di meja Luka. Tanpa menunggu jawaban Luka, ia segera keluar dari ruangan menejer HRD itu. Luka terkejut dengan apa yang dilakukan Syafira. Kini ia sangat cemas dengan apa yang akan dilakukan Syafira di luar sana. "Pak Luka, itu, Bu Syafir

