75. Hal Manis Dari Luka

1142 Kata

Anggi tersenyum menanggapi pertanyaan Syafira. Mood-nya memang berubah ketika mencium aroma mie ayam samping gedung kantor ini. Lebih tepatnya, Anggi malas makan di kantin. Bukan karena ada Luka atau tidak di tempat itu. "Aku pengen makan mie ayam, Mbak. Habis salat, aku langsung ke sana." Anggi menjelaskan tanpa rasa bersalah sama sekali pada Syafira yang kini tengah kesal. "Nggi, kamu itu tolonglah, ngabarin kalo nggak mau makan di kantin. Mood Luka anjlog seketika saat ini." Anggi merasa heran dengan topik bahasan ini. "Lagi pula kita bisa loh ikut makan mie ayam bareng kamu," kata Syafira seolah itu adalah kesalahan fatal. Anggi terdiam memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Syafira. Ia tidak ada hubungan dengan sosok Luka. Lantas mengapa hanya karena makan mie ayam menjadi d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN