“Perasaan gue belum pernah ketemu cewek yang kalau dandan itu cuman butuh waktu kilat deh, semua pasti lama, sampek yang nunggu jenggotan,” seloroh Abian pada Milka yang baru saja masuk dalam mobilnya. Bau parfum girly langsung menyerbu indera penciumannya. “Udah kodratnya kali, Bang! Woles aja sih,” timpal Milka yang masih juga mengaca pada kaca mobil yang menggantung di depannya. Ia mengusap-usap pipi mulusnya tanpa cela sembari mengarahkan kaca spion ke wajahnya. Abian mendengus. “Coba kita tukeran tempat, lo pasti nggak akan lagi ngeluarin kata-kata itu.” “Ini kita jadi berangkat atau lo mau nyeramahin gue sih?” Milka memicingkan matanya. “Ya berangkat lah!” Abian berseru dengan nada tinggi, lebih terkesan seperti orang yang sedang marah. “Ya ngomongnya nggak usah ngegas juga kal

