53. Keputusan

2347 Kata

Air s**u dibalas air tuba. Kalau sekali mungkin aku bisa terima. Kalau kedua mungkin kamu sudah tak bernyawa. -Gilang Anandita Langkah mondar-mandir, sekaligus gerakan tangan yang tidak berhenti seakan memenuhi ruangan tunggu kali ini. Tidak begitu banyak yang menunggu di dalam, karena sisanya memilih untuk di luar mengingat tempat ini tidaklah begitu nyaman untuk dipenuhi dengan keberadaan mereka. Tidak jauh berbeda dengan Gilang yang sedari tadi tidak bisa mendudukkan tubuhnya dan berpikir tenang sedikit pun, Sami juga merasa hal yang sama. Desiran darahnya di dalam jantung sangat terasa akibat jantungnya yang terus memompa itu. Meski ia memilih duduk dan terlihat tenang, percayalah otaknya sama sekali tidak bisa berpikir jernih. Ia yakin telah mengatakan Kiara untuk tetap diam di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN